Minggu, November 13

Vegetarian : Pola Makan Baik dengan Kelemahan?


Vegetarian adalah pola makan yang tidak mengkonsumsi daging, produk unggas, atau ikan dan produk turunannya. Mereka juga menghindari bahan makanan yang mengandung susu dan telur.

Banyak alasan yang menggiring orang untuk sampai pada keputusan menjadi vegetarian : alasan kesehatan, terbiasa sejak kecil tidak makan daging, keyakinan tertentu, atau bagian dari gaya hidup. Alasan yang paling utama adalah karena banyak yang meyakini, dengan menjadi vegetarian orang lebih aman dari penyakit-penyakit mematikan, seperti jantung koroner dan stroke. Soalnya makanan-makanan itu cenderung mengandung bahan-bahan membayakan, misalnya kolesterol.


Tidak semua orang yang mengaku vegetarian memiliki pola makan yang sama. Hal ini dikarenakan adanya berbagai jenis aliran vegetarian yang pada dasarnya merupakan aliran yang meninggalkan makanan hewani seperti daging, daging, ikan, ayam, udang, dan sebagainya. Berikut ini adalah aliran pada vegetarian beserta definisi singkat :

VEGAN
tidak makan pangan hewani sama sekali
dan produk-produknya seperti madu, royaljeli, yogurt,
sarang burung walet, dan lain sebagainya.
………………………….

OVO VEGETARIAN
mengonsumsi telur.
………………………….
LACTO-VEGETARIAN
mengonsumsi susu dan produk turunannya
………………………….
LACTO-OVO VEGETARIAN
mengonsumsi telur, susu dan produk olahannya
PESCATARIAN
mengonsumsi ikan serta produk turunannya.
………………………….
POLLO VEGETARIAN
mengonsumsi makanan mengandung
unggas seperti ayam, bebek, burung dara,
dan sebagainya.

Kelebihan pola makan vegetarian:

1. Pencegah penyakit degeneratif

Kelebihan diet vegetarian adalah dapat menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti kolesterol tinggi, jantung koroner, asam urat, hipertensi, diabetes, dan kanker. Penyakit-penyakit ini biasanya dipicu oleh pola makan tinggi lemak hewani , protein, garam, tinggi gula, namun rendah serat. Sedangkan diet vegetarian minim asupan produk hewani.
Retno Pangestuti DCN MKes, ahli gizi dari Rumah Sakit Dr Sardjito, Yogyakarta, pola makan vegetarian dianjurkan bagi orang-orang yang menderita dislipidemia atau hiperkolesterol. Namun, tentunya cara pengolahan makanan mesti diperhatikan. Selalu makan tahu dan tempe dengan cara digoreng dan mengonsumsi sumber lemak nabati seperti santan juga dapat meningkatkan kolesterol.

Umumnya memang sumber utama kolesterol berasal dari pangan hewani. Namun, asupan jenis lemak dari tumbuh-tumbuhan seperti santan, juga dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh. Oleh karena itu sebaiknya hindari mencampur minyak dengan santan. Bila lauk digoreng atau diolah dengan minyak, maka sebaiknya bahan makanan lain misalnya lauk tidak menggunakan santan, sehingga terhindar dari terjadinya dislipidemia.''

2. Kulit halus

Selain baik untuk penderita dislipidemia dan kolesterol, pola makan vegetarian juga akan membuat penganutnya mendapat asupan berbagai jenis vitamin dalam kadar serat yang cukup tinggi. Sebut saja misalnya vitamin A, B, C. Bukan rahasia lagi, di dalam tubuh vitamin-vitamin itu berperan sebagai antioksidan. Itu sebabnya, kulit seorang penganut vegetarian umumnya lebih segar.
3. Umur lebih panjang
Kesimpulan hasil penelitian tim dari Loma Linda University, AS,menyebutkan : dibanding para penyantap daging, pelaku vegetarian hidup 15 tahun lebih lama. Bila dibandingkan para vegan, renggang hidup pelaku vegetarian lebih panjang 7 tahun. Penganut vegan sama sekali tidak makan daging dan bahan hewani apapun, termasuk bahan non-dagingyang didapat tanpa membunuh seperti telur, susu, keju, yogurt. Sementara para pelaku vegetarian masih menyantap bahan hewani non-daging.
Hasil penelitian tersebut diperkuat beberapa kesimpulan hasil penelitian serupa lainnya. China Health Project menemukan bahwa orang2 China yang memakan lemak hewani paling sedikit memiliki risiko paling kecil mengidap kanker, penyakit jantung, dan penyakit degeneratif kronis lain seperti kencing manis. Penelitian lain dilakukan di Inggris selama 12 tahun, melibatkan 6000 vegetarian dan 5000 pemakan daging. Hasilnya, pelaku vegetarian yang meninggal karena kanker 40% lebih rendah daripada pemakan daging, sedangkan yang meninggal karena penyakit lain 20% lebih rendah.

Punya kekurangan


Hanya saja, pola makan vegetarian bukan tak memiliki kekurangan. Dr Hardinsyah, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), mengatakan penganut pola makan vegetarian cenderung kekurangan seng (zinc). Namun, ini bisa diatasi dengan cara banyak mengonsumsi kacang-kacangan dan produk-produk dari kedelai. Selain kekurangan seng, penganut vegetarian juga terancam kekurangan vitamin B-12 yang banyak terdapat pada bahan pangan hewani seperti ikan, susu dan produk-produk turunannya, telur, serta daging. Menurut Hardinsyah, kekurangan vitamin B-12 bisa diatasi dengan banyak makan tempe. ''Penelitian terakhir membuktikan bahwa makanan hasil fermentasi seperti tempe banyak mengandung vitamin ini (B-12).''

Sedangkan Prof Dr Ir Ali Khomsan, Guru Besar Jurusan Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan bahwa risiko terjadinya anemia atau penyakit kurang darah pada kelompok vegetarian cuukup tinggi disebabkan kurangnya konsumsi pangan hewani. Penganut vegetarian umumnya hanya mengonsumsi protein nabati. Padahal, nilai biologi dari protein nabati ini lebih rendah dibanding protein hewani (protein hewani akan menghasilkan manfaat yang lebih banyak dibandingkan dengan protein dari nabati di dalam tubuh).

Karena asupan protein hewani yang kurang itulah, seorang penganut vegetarian lebih rentan terhadap anemia. Adapun gejala anemia adalah cepat lelah, pusing, berkunang-kunang, dan tampak pucat. Jika seorang penganut vegetarian menderita anemia, maka dia harus berusaha meningkatkan asupan proteinnya. Caranya, konsumsilah suplemen untuk meningkatkan asupan Fe (zat besi). Ini dilakukan jika ia memang tidak bisa atau tidak memungkinkan mendapat asupan zat besi secara alami.

Menurut Retno, dengan menjadi lakto vegetarian maka orang itu masih bisa makan telur yang bisa meningkatkan kadar Hb. ''Memang, sebagian orang mengatakan bahwa sumber zat besi tidak cuma dari protein hewani saja, tapi bisa juga dari sayuran. Tapi bagaimanapun, kandungan zat besi pada sayuran, tidak sebanyak yang ada dalam protein hewani,'' tutur penanggungjawab klinik gizi RS Dr Sardjito ini.

Lebih jauh Retno menjelaskan, kandungan protein nabati yang tertinggi ada dalam kacang-kacangan seperti tempe dan tahu. Selain memberikan asupan protein, kacang-kacangan juga merupakan sumber kalsium. Sekadar gambaran, untuk setiap 100 gram kacang tanah, mengandung 730 miligram kalsium. Sementara kacang kedelai, untuk setiap 100 gram, mengandung 227 miligram kalsium.

Dengan begitu, penganut vegetarian tak perlu merisaukan soal pemenuhan kalsium, apalagi bagi penganut lakto vegetarian yang masih mengonsumsi susu dan hasil olahannya.

Perhatikan asupan protein
Saat menjadi vegetarian, kebanyakan orang cenderung melakukan kesalahan yang sama, yaitu mengganti daging dengan tepung. Pola makan semacam ini tidak sehat, bahkan bisa lebih buruk daripada makan daging (omnivor). Sebaiknya pemilihan makanan sumber protein difokuskan pada jenis kacang-kacangan, biji-bijian dan tempe kedelai.


Bagi para vegetarian, asupan protein tubuh perlu diwaspadai. Di dalam tubuh, protein berfungsi sebagai zat pembangun dan pengganti sel-sel tubuh yang rusak. Protein ini terusun dari berbagai jenis asam amino. Golongan asam amino esensial hanya bisa diperoleh tubuh melalui asupan makanan.

Pelaku diet semi vegetarian, vegetarian lacto dan lacto ovo, kebutuhan asam asam amino masih bisa dicukupi dari asupan susu dan telur, namun bagi vegetarian vegan, perlu kecermatan di dalam memilih sumber protein nabati.

Selain itu, juga perlu mengkonsumsi beragam jenis kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti susu kedelai, tahu dan tempe agar asupan asam amino tubuh dapat tersukupi. Mengingat sumber protein nabati, asam aminonya tidak selengkap bahan pangan hewani.

Sumber nutrisi lain seperti karbohidrat tidak bermasalah bagi kaum  vegetarian karena sumber karbohidrat seperti beras, ubi, jagung dan kentang merupakan bahan pangan yang boleh dikonsumsi.

Berbeda dengan lemak, Asupan lemak pelaku diet vegetarian dibatasi asupannya. Terutama sumber lemak hewani. Pilih lemak nabati yang sehat, seperti minyak kanola, minyak biji bunga matahari, olive oil atau minyak sawit.


Jadi guys, nggak perlu takut untuk memilih jalan sebagai seorang vegetarian. Asal pengaturannya tepat, kamu bisa mendapatkan manfaatnya tanpa harus mendapatkan efek samping buruknya. So, apapun jenis dietnya, pastikan zat gizi kamu tetap terpenuhi dengan baik ya J


Regards,
post signature

Sabtu, November 12

Milkshake buah

Tahukah kamu bahwa dalam sehari kita butuh mengonsumsi  sayur dan buah 7 porsi sehari (3 porsi buah dan 4 porsi sayuran)Dengan segelas milkshake buah dengan resep tepat di pagi hari, sudah dapat menyumbangkan cukup serat, vitamin dan mineral untuk satu hari penuh. I always have one, you should try it too :)

Regards,
post signature

P.S: Tunggu postingan selanjutnya >> Resep jus buah sehat khusus buat kamu! 


Kamu bisa lihat kumpulan resep jus saya di sini

Manfaat Air Kelapa

post signature

Diet Soda Lebih Sehat?


Apakah Anda sering mengonsumsi Diet Coke ataupun produk-produk soda dengan embel-embel ‘Diet’ di dalamnya? Well, tolong pertimbangkan lagi.


Penelitian dari University of Texas, AS, mengungkapkan, orang-orang yang rutin meminum produk minum sugar-free, low calorie, atau diet soda, berat badannya masih bertambah hingga 5-6 kali lipat lebih cepat dan mengalami peningkatan lingkar pinggang sebesar 70% dibandingkan dengan yang tidak meminum produk minuman jenis tersebut.

Menurut Prof. Helen Hazuda yang memimpin tim peneliti, diet soda tetap menggunakan pemanis buatan meski dalam jumlah yang jauh lebih sedikit. Sayangnya promosi bahwa pemanis buatan lebih aman dan adanya label ‘bebas gula’ dalam produk tersebut membuat orang merasa lebih aman, sehingga melupakan pola makan sehhat yang sebearnya.

*dikutip dari majalah fit edisi september 2011

Makanan Pengganggu Imunitas


You are what you eat. 
Anthelme Brillat-Savarin (1826) berkata: Tell me what you eat and I will tell you what you are
Ludwig Andreas Feuerbach (1863) berkata: Man is what he eats
Victor Lindlahr (1923) berkata: Ninety percent of the disease known to man are caused by cheap foodstuffs. You are what you eat


Itulah slogan terkenal di kalangan yang pro terhadap pola makan sehat. Tubuh merupakan cerminan dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Apabila kita makan makanan yang sehat, otomatis tubuh pun dapat tampil secara prima dan ampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.Untuk itu, pemilihan makanan yang baik sangatlah penting bagi Anda yang ingin memiliki tubuh yang jauh dari penyakit.
Bahan-bahan makanan ini, seperti dikutip oleh situs Livestrong, memiliki kandungan yang bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh. Apa sajakah bahan-bahan makanan tersebut? Yuk kita lihat..

·       Daging merah dan susu tinggi lemak

Merupakan sumber utama lemak jenuh. Bila berlebihan mengonsmsinya dapat menyebabkan resiko meningkatnya kadar kolesterol dalam darah, penyakit diabetes tipe 2, dan penyakit lain akibat kekebalan tubuh yang menurun. Gantilah konsumsi daging merah dengan daging putih seperti daging ayam dan daging kelinci yang sedang tren sebagai pencegah kolesterol, sedangkan susu tinggi lemak dapat diganti dengan yoghurt atau keju.
·       Margarin dan mentega

Margarin dan mentega rentan mengalami oksidasi saat mengalami pemanasan. Lemak trans yang dikandung berperan dalam peradangan yang dapat mengganggu imunitas tubuh. Gantilah penggunaan margarine dan mentega dengan minyak zaitun atau kanola.
·       Gula

Konnsumsi gula 8 sendok makan per hari dapat menguranngi kemampuan sel darah putih dalam membunuh kuman. Gantilah gula dengan dengan memakan buah yang manis.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...